My Greeting

Jadilah Diri Sendiri, dan Bangga Menjadi Diri Sendiri dengan Selalu Berterima Kasih Kepada Tuhan

" Hidup hanya Sementara dengan Batas Masa yang Telah Ditentukan Disertai dengan Kemampuan Akal dan Hati yang Luar Biasa yang Mampu Mengubah Keajaiban Kehidupan Kita Bahagia di Dunia dan Akhirat ".

Sabtu, 11 Februari 2023

Budaya Positif

BUDAYA POSITIF

 A. Latar Belakang

    Memajukan pendidikan di Indonesia dibutuhkan semangat dari guru dalam melakukan pembelajaran dan perubahan-perubahan menuju merdeka belajar. Guru juga merupakan peran kunci dalam membangun motivasi intrinsik dalam diri murid melalui menuntun segala kodrat yang ada agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. 

     Menurut Bapak Ki Hadjar Dewantara, Peran Pendidik diibaratkan seorang petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuannya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda. Kita harus bisa memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan bakat/minat, ide, berfikir kreatif, inovatif dan produktif. Kebebasan yang diberikan bukan berarti kebebasan mutlak, tetapi perlu adanya tuntunan dan arahan dari guru supaya anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

     Menanamkan budaya positif disekolah yaitu dengan cara menerapkan restitusi terhadap murid yang melakukan pelanggaran. Dengan restitusi, murid dapat menyadari kesalahannya dan mencari solusi dari kesalahannya secara mandiri sehingga murid dapat Kembali kepada kelompoknya dengan karakter yang lebih kuat.

 B. Deskripsi Aksi Nyata

    Kegiatan aksi nyata diawali dengan membuat keyakinan kelas bersama peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang saya ampu. Kegiatan ini diikuti oleh murid dengan sangat antusias dalam menuliskan dan menyakini nilai-nilai kebajikan untuk menciptakan disiplin positif terutama di kelas XI APHP. Kegiatan selanjutnya yaitu Diseminasi Budaya Positif di lingkungan sekolah yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 7 Januari 2023 di kampus SMK-PP Negeri Bireuen- Aceh. 

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah dan rekan guru SMK-PP Negeri Bireuen. Kegiatan diseminasi budaya positif ini yaitu menginformasikan pemahaman tentang materi modul 1.4 Budaya Positif yang konsep utamanya tentang perubahan paradigma belajar, disiplin positif, kebutuhan dasar manusia, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Peserta diseminasi sangat antusias dalam menyimak pemaparan materi yang disampaikan.

    Kegiatan aksi nyata selanjutnya, yaitu saya akan mengajak warga sekolah khususnya wali kelas agar dapat menerapkan  dalam membuat kesepakatan atau keyakinan kelas di kelasnya masing-masing. Selain itu juga mengajak untuk mempraktikan posisi kontrol guru sebagai manajer dan menerapkan segitiga restitusi jika ada muridnya yang menemui masalah demi mewujudkan budaya positif di lingkungan sekolah.

C. Tujuan

Tujuan aksi nyata ini diantaranya yaitu :

1. Menumbuhkan budaya positif dalam diri setiap warga sekolah

2. Menciptakan murid yang merdeka belajar dan mewujudkan profil pelajar pancasila

3. Mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid

4. Mengajarkan murid mencari solusi dari suatu permasalahan

D. Tolak Ukur

    Tolak ukur dari aksi nyata ini adalah anak memiliki karakter yang lebih baik, percaya diri yang tinggi, bertanggungjawab, merasa nyaman dilingkungan sekolah. Begitu juga guru tentunya menginginkan diterapkannya budaya positif yang dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif, membangun hubungan yang harmonis diantaranya warga kelas untuk menunjang terbentukknya karakter yang baik pada setiap peserta didik

E. Linimasa Tindakan

    Aksi nyata budaya positif ini direncanakan dalam beberapa tahapan yaitu :

1.  Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan unsur pimpinan tentang pentingnya penanaman budaya positif di sekolah serta meminta izin untuk melakukan diseminasi pada rekan sejawat.


 

 

2. Membuat keyakinan kelas bersama semua warga kelas XI APHP

                 



 3. Melakukan kegiatan diseminasi pada teman sejawat.


 

4. Membuat keyakinan kelas bersama semua teman sejawat.


F. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

        Hasil dari rangkaian kegiatan desiminasi aksi nyata di lingkungan sekolah yang telah saya lakukan yaitu menumbuhkan pemahaman kepada rekan sejawat khususnya pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah mengenai penerapan budaya positif dilingkungan sekolah. Kegiatan dimulai dengan disiplin positif melalui diri sendiri terlebih dahulu, selanjutkan di lingkungan kelas dengan membuat keyakinan kelas yang disepakati bersama-sama. Selain itu juga mulai diterapkan disiplin positif dengan restitusi di lingkungan sekolah. 

        Hasil dari aksi nyata ini berhasil dalam menciptakan perubahan meskipun belum maksimal dan harus dilakukan  secara kontinyu serta berkesinambungan dalam penerapannya.  Murid telah menunjukkan disiplin positif sesuai dengan keyakinan kelas yang telah disepakati bersama. Kendala yang dihadapi  yaitu perlu diingatkan kembali nilai-nilai kebajikan yang telah diyakini oleh murid karena masih mudah terpengaruh oleh teman dan lingkungan  sekitarnya.

        Kegiatan aksi nyata modul 1.4 budaya positif ini, banyak pembelajaran yang saya dapatkan sebagai Calon Guru Penggerak yaitu nilai kebersamaan, keinginan kuat untuk berubah. Karena kegiatan tersebut tidak akan berjalan dan berhasil dilaksanakan dengan sendiri tanpa adanya dukungan dan kolaborasi dari masyarakat sekolah. 

Selasa, 08 Juli 2014

Workshop Kurikulum KKBK dan KKNI : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Umuslim


Gambar 1. Pembukaan Kegiatan oleh Wakil Rektor Universitas Almuslim
Sabtu, 7 Juni 2014. Untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekonologi serta menghasilkan intelektual, ilmuawan dan atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokrat, berkarakter tangguh serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa dan negara. Menindaklanjuti hal tersebut Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Ibu Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM melaksanakan kegiatan workshop kurikulum berbasis KKBK (Kurikulum Kompetensi Berbasis Kewirausahaan) dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Kepmendikbud No. 232 tahun 2000 tentang Penyusunan Kurikulum yaitu pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/ atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.

Kegiatan workshop kurikulum ini disambut baik oleh pihak Rektorat Universitas Almuslim dikarenakan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian lebih awal melakukan kegiatan workshop kurikulum KKBK dan KKNI dibandingkan dengan Program Studi lainnya yang ada di Universitas Almuslim. Oleh karena itu pihak Rektorat mengundang seluruh Dekanan dan Ketua Program Studi untuk dapat menghadiri workshop kurikulum perdana ini, dan tentu saja disambut baik oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. T.M. Nur, M.Si. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Universitas Almuslim yaitu Drs. Marwan Hamid, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum saat ini harus mampu menciptakan lulusan yang berjiwa entrepeneuer dan memiliki karakter baik, sebagaimana yang saya perhatikan di negeri Sakura - Jepang, masyarakatnya memiliki jiwa dan karakter yang hebat, saling menghormati dan menghargai diantara mereka. Itulah yang kita harapkan nanti ouput dari workshop kurikulum ini, selain memiliki karakter yang baik, lulusan juga mampu berkompetensi di globalisasi ini.
 
Gambar 2. Penyampaian materi oleh Nara Sumber

Ibu  Dr. Ir.  Dzarnisa Araby, M.Si sebagai Narasumber yang diundang dalam kegiatan workshop ini juga menyampaikan bahwa " Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim telah maju selangkah dari kami di Jurusan  Peternakan Universitas Syiah Kuala yaitu dalam pelaksanaan kurikulum KKBK dan KKNI.Kami untuk saat ini sedang dalam penyusunan kurikulum (draft) dan kami belum melakukan kegiatan Workshop seperti ini. Tentu saja dengan diundang saya sebagai Narasumber dalam kegiatan ini kembali memotivsi sayaa untuk segera melakukan kegiatan workshop kurikulum ini dan kami akan memberlakukan secara serentak di semua Jurusan Fakultas Pertanian Unsyiah pada tahun semester ganjil 2015.
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan kerangka perjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyanding, menyetarakan, daan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidanag pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor, dan KKNI ini merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem penddikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia. KKNI sendiri terdiri dari 9 (sembilan jenjang), dimuai dari Kualifikasi 1 sebagai kualifikasi terendah dan kualifikasi 9 sebagai kualifikasi tertinggi. Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembeajaran yaang disepakati secara nasional disusun berdasarkan ukuraan hasil pendidikan dan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, non formal atau pengalaman kerja.





Gambar 3. Para peserta sedang mendengar materi.
Para peserta Workshop Kurikulum ini terdiri dari pihak stakeholder terkait seperti pihak akademik dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta, Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe, Pengusaha dan Kelompok Usaha Ternak Lokal, Perwakilan Alumni Mahasiswa Peternakan, Perwakilan Mahasiswa Prodi Peternakan Umuslim, dan Perwakilan Tokoh Masyarakat Lokal.
 

Gambar 4. Photo Bersama




Senin, 24 Maret 2014

Pelatihan Pembuatan Program Kreativitas Mahasiswa

Jumat, 21 Maret 2014. Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Ibu Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM kembali mengadakan Pelatihan dalam peningkatan SDM Mahasiswa yaitu Pelatihan Tehnis Pembuatan Program Kreativitas Mahasiswa (berupa Penelitian, Kewirausahaan, dan Pengabdian kepada Masyarakat). Kegiatan merupakan bentuk perhatian dosen program studi untuk mewujudkan mahasiswa yang sesuai dengan visi dan misi program studi peternakan, dengan harapan Lulusan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Mampu Berwirausaha dengan Mengoptimalkan Sumberdaya Lokal Menuju Peternakan Berkelanjutan. Pemateri dalam Pelatihan ini adalah dosen program studi yang telah beberapa kali mendapatkan dana hibah dari dikti pada kegiatan penelitian, kewirausahaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada sesi PKM Penelitian, mahasiswa dituntut untuk mampu menemukan dan mengidentifikasi bentuk penelitian yang dapat menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi di masyarakat peternak dan lingkungan saat ini, kata drh. Hafizzudin, M.Si sekaligus sebagai Pemateri PKM Penelitan.

Materi PKM Penelitian
Begitu pula oleh Anang Febri Prasetyo, S.Pt, M.Sc syang mengatakan bahwa PKM kewirausahaan mampu menciptakan ide - ide yang inovatif dan kreatif serta mudah dilakukan dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang tersedia sehingga terciptanya kewirausahaan yang mandiri dan berkelanjutan.
Materi PKM Kewirausahaan
Selain itu PKM Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dilakukan dari hasil penelitian yang telah kita lakukan  atau orang lain. Dimana hasil dari penelitian tersebut bernilai positif bagi masyarakat, selain memberikan pendidikan dan ilmu pengetahuan, tutur Ariani Kasmiran, S.Pt, MP.
Materi PKM Pengabdian Masyarakat


Presiden PEMA Universitas Almuslim (Saifanur) mengatakan bahwa semoga Allah memperkenankan kembali kepada kami untuk mengirimkan proposal tersebut untuk tahun ini dan kepada adik kami,begitu juga salah seorang mahasiswa program studi peternakan (Saiful Rizal) yang telah memenangkan PKM Penelitian 2014 ikut berkomentar semoga dengan ada pelatihan begini, mahasiswa peternakan lainny banyak yang tertarik untuk membuat PKM.
Foto Bersama


Minggu, 26 Januari 2014

Pelatihan Bimbingan Inseminasi Buatan pada Ternak Ruminansia

Sabtu 17 Januari 2014, Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim melakukan Pelatihan Bimbingan Inseminasi Buatan pada Ternak Ruminansia selama 5 hari kepada mahasiswa Program Studi Peternakan. Dengan harapan pelatihan ini manpu memberikan pengetahuan dan keahlian bagi mahasiswa tentang Inseminasi Buatan pada ternak ruminasia terutama di Aceh begitu juga masih kurangnya Petugas IB di Kabupaten Bireuen. Pelatihan ini kerjasama dengan pihak stakeholders Kabupaten Bireuen yaitu Badan Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perkebunan  dan Dinas Peternakan serta  Badan Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Utara dengan Fakultas Pertanian Umuslim.

Instruktur Tehnis dalam Pelatihan Bimbingan Ini adalah Zulmaidi, S.Pt dan Rahmat Kartolo, S.Pt yang merupakan perwakilan dari Pemerintah, dan drh. Hafizuddin, M.Si sebagai Instruktur Teori Kelas, tutur Koordinator Pelatihan Ibu Sitti Zubaidah, S.Pt,S.Ag, MM yang juga sebagai Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Umuslim.
 
"Pembukaan Acara Pelatihan"
Jumlah peserta pelatihan  23 orang mahasiswa, kegiatan pelatihan ini ternyata mendapat dukungan dari mahasiswa peternakan umuslim, "Berharap lebih banyak lagi pelatihan seperti ini, karena sangat membantu mahasiswa setelah mendapat gelas Sarjana Peternakan", kata Zulhanif salah seorang peserta pelatihan.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama 5 hari dengan pengutipan biaya pendaftaran Rp. 50.000,- per mahasiswa, yang terdiri dari :

Hari Pertama : Pemberian teori tentang latar belakang IB,  pengenalan alat reproduksi sapi betina, dan tehnis IB
"Pemberian Teori"

Hari Kedua : Praktek Kelas tentang Pengenalan bagian alat reproduksi sapi betina, dan tehnis IB. 
"Praktek Kelas"
Hari Ketiga : Praktek Lapangan tentang Palpasi Reproduksi Ternak dan Tehnik IB
"Praktek Lapangan"

Setiap kegiatan pelatihan ini ada penilaian tersendiri yang diberikan oleh para Instruktur dan Pemateri Bimbingan Inseminasi Buatan, yang akan dicantumkan pada sertifikat peserta.
"Salam Peternakan"






Jumat, 01 November 2013

10 Prinsip dalam Mencari Ilmu

Sesungguhnya seorang yang ingin menempuh jalan Thalabul Ilmi/ Mencari dan Mempelajari Ilmu dan ingin menuaikan hasilnya maka harus ada 10 prinsip, yaitu :

Pertama : Meminta tolong kepada Allah SWT sebagaimana dalam Firman Allah :"dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian memang kaum mukminim. Dan Rasul bersabda:"sebesar-besarnya rizki adalah ilmu.

Kedua : Niat yang baik, seseorang niatnya harus karena Allah SWT, maka Allah akan memberikan taufiq padanya serta memberikan pahala atas amalannya tersebut karena menuntut ilmu adalah ibadah bahkan termasuk ibadah yang terbesar, ikhlas karena Allah & mengikuti sunnah Rasulullah.

Ketiga : Merendah Kepada Allah SWT dan Memohon Taufiq dan KetepatanNya. Seorang hamba itu fakir dan sangat butuh padaNya. Allah SWT berfirman :" berdoalah kalian kepada Ku niscaya Aku kabulkan untuk kalian (ghafir: 60). Nabi pernah mendoakan sahabatnya Abu Hurairah ra. agar diberi kekuatan hafalan.

Keempat : Kebaikan hati. Hati merupakan wadah bagi ilmu, apabila wadah tersebut bagus maka bisa melindungi dan menjaga sesuatu yang ada didalamnya, namun apabila wadahnya rusak maka sesuatu yang ada didalamnya bisa hilang, kebaikan hati akan muncul dengan ma'rifatullah (mengenal Allah) dengan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya serta merenungkan makhluk-makhluk dan Ayat-ayatNya, juga dengan banyak sujud dan shalat malam dan hindari penyakit hati yaitu : syahwat dan syubhat. Syahwat seperti cinta dunia serta menyibukkan diri dengannya senang pada gambar-gambar yang haram, suka mendengarkan yang haram seperti musik dan lagu serta melihat sesuatu yang haram. Syubhat seperti keyakinan-keyakinan yang rusak, amalan-amalan bid'ah, menisbahkan diri pada berbagai paham pemikiran bid'ah yang menyimpan dan menyelisihi manhaj salaf. Termasuk penyakit hati yang bisa menghalangi dari ilmu adalah hasad, khianat dan sombong dan termasuk perusak hati adalah kebanyakan tidur, banyak bicara dan banyak makan.

Kelima : Kecerdasan, itu ada 2 yaitu : alami dan muktasab (bisa diupayakan). Apabila seseorang memang cerdas maka dia harus semakin menguatkannya, kalau tidak maka dia harus menempa diri agar bisa meraih kecerdasan tersebut. Kecerdasan merupakan sebab kuat yang menunjang dalam pengumpulan ilmu, memahami dan menghafalnya serta membedakan berbagai masalah, memadukan dalil-dalil dan sebaginya.

Keenam. Antusias mengumpulkan ilmu merupakan sebab untuk bisa memperolehnya dan mendapatkan pertolongan Allah SWT terhadapnya. Firman Allah SWT : " Sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang yang berbuat Ikhsan (An Nahl: 128). Maka Wajib baginya : antusias yang kuat menghafal & memahami ilmu, duduk bersama para talaqqi ilmi langsung dari mereka, semangat untuk banyak membaca, menyibukan umur dan waktunya untuk ilmu dan sangat perhitungan terdahap waktunya.

Ketujuh : Keseriusan, Kesungguhan dan Kontinuitas. Dalam mencari dan meraih ilmu, menjauh dari kemalasan dan kelemahan, mujahatun nafs (memerangi setan sendiri) dan memerangi syaitan. Jiwa dan syaitan merupakan 2 penghalang amalan menuntut ilmu. Sebab - sebab yang membantu membangkitkan kesungguhan dalam thalabul ilmi adalah membaca biografi para ulama, tentang kesabaran, kekokohan menaggung beban/ resiko dan perjalanan mereka dalam meraih ilmu dan hadist.

Kedelapan : Konsentrasi, seorang penuntut ilmu mencurahkan segala kesungguhannya hingga ia berhasil sampai pada tujuannya dalam Thalabul ilmi dan kokoh padanya, baik kekuatan hafalan, pemahaman dan pondasi yang kokoh.

Kesembilan : Terus berada disisi guru dan pengajar, hendaknya ia bermulazamah kepada ulama, talaqqi/ mengambil ilmu langsung dari mereka sehingga ilmunya tegak diatas kaidah - kaidah yang benar, lafaz qurani dan hadist yang benar sehingga tidak ada kesalahan maupun kekeliruan. Memahami ilmu dengan pemahaman yang tepat sesuai dengan maksudnya dan hendaknya ia menghindar agar jangan sampai menjadi gurunya adalah kitab, karena sesungguhnya barang siapa yng gurunya adalah kitabnya maka ia akan banyak salahnya sedikit benarnya.

Kesepuluh: Menempuh waktu yang lama. Janganlah seorang penuntut ilmu mengira bahwa menuntut ilmu akan selesai sehari atauu 2 hari, setahun atau 2 tahun. Bahkan menuntut ilmu itu butuh kesabaran bertahun-tahun. Al Qadhiyadh ditanya, sampai kapan seorang itu menuntut ilmu? Beliau menjawab "sampai mati, sehingga tintanya menemaninya sampai kekuburnya" demikianlah para penuntut ilmu yang cerdas senantiasa bermulazamah selama 10 tahun atau 20 tahun, bahkan sebagian mereka terus bermulazamah hingga Allah mewafatkannya.

Selasa, 08 Oktober 2013

Manusia Terindah adalah ...

Kehidupan adalah panggung sandiwara,
dan sandiwara itu sepenuhnya  menceritakan
tentang kehidupan umat manusia.

Maka sepanjang jalan kehidupan kita,
jangan pernah melakukan perbuatan jahat,
atau melakoni peran yang konyol!

"Kesuksesan hidup tidak ada
hubungannya dengan 
apa yang Anda dapatkan atau raih demi diri sendiri.  
Kesuksesan hidup berhubungan dengan
 apa yang Anda lakukan pada sesama (untuk orang lain)" - Danny Thomas

Wahai temanku yang bersih hatinya...
Dalam hidup, orang tak akan peduli
berapa banyak yang kita tahu, hingga
mereka tahu berapa banyak kita peduli
kepada mereka.

Oleh sebab itu kita sering mendengar
bahwa manusia terindah adalah manusia
yang bermanfaat untuk saudaranya, dan
orang lain.  
 
Seorang ulama mengatakan:
"Janganlah engkau menunggu kaya
untuk bersedekah, tapi bersedekahlah

sekarang juga, maka engkau akan
semakin kaya. Sumbangkanlah setiap
kebaikan, berikanlah setiap kasih
sayang, tunjukkanlah keakraban,
bantulah mereka yang memerlukan"
 
Temanku, mari kita belajar memberi
manfaat untuk orang lain... sebelum
diminta!

Selasa, 24 September 2013

MATERI PERKULIAHAN

1. PENGANTAR PENGEMBANGAN MASYARAKAT, Silahkan KLIK Disini
    a. Video Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian , Silahkan KLIK Disini
    b. GBPP dan SAP Pengantar Pengembangan Masyarakat, Silahkan KLIK Disini

2. PERENCANAAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN, Silahkan KLIK Disini
    a. RPJMD Propinsi Aceh 2014 - 2017 , Silahkan KLIK Disini
    b. RPJMD Propinsi Aceh 2014 - 2017 by Bappeda Aceh , Silahkan KLIK Disini
    c. Analisis Penyakit Flu Burung, Silahkan KLIK Disini
    d. Analisis Kesmavet Mendukung Swasembada Daging, Silahkan Klik Disini
    e. Analisis Usaha Peternakan, Silahkan KLIK Disini
    f. Analisis Qanun Ternak, Silahkan KLIK Disini
    g. Video Pembangunan Bangsa, Silahkan KLIK Disini 
    h. Contoh Tugas Kelompok, Silahkan KLIK Disini 
    i. Productive - Leadership, Silahkan KLIK Disini 
    j. GBPP dan SAP Perencanaan Pembanguan Peternakan, Silahkan KLIK Disini
   k. Panduan Kunjungan Lapangan Perencanaan Pembangunan Peternakan,Silahkan KLIK Disini 

3. MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN, Silahkan KLIK Disini
    a. GBPP dan SAP Mata Kuliah MAP, Silahkan KLIK Disini
    b. Panduan Kunjungan Lapangan Manajemen Agribisnis Peternakan, Silahkan KLIK Disini

4. DASAR - DASAR MANAJEMEN, Silahkan KLIK Disini
    a. GBPP dan SAP Mata Kuliah DDM, Silahkan KLIK Disini

5. PENGANTAR ILMU EKONOMI, Silahkan KLIK Disini

6. MATA KULIAH BAHASA INGGRIS
    a. Oxford Grammar, Silahkan KLIK Disini
    b. English Grammar Level 1, Silahkan KLIK Disini
    c. English Grammar Level 2, Silahkan KLIK Disini 
    d. Examination, Silahkan KLIK Disini
    e. Examination for 6 March 2013, Silahkan KLIK Disini 
    f. Examination for 25 December 2013, Silahkan KLIK disini 
    g. GBPP dan SAP Mata Kuliah English, Silahkan KLIK Disini

7. PEDOMAN PRAKTIKUM PAKAN TERNAK, Silahkan KLIK Disini

8. SOSIOLOGI PEDESAAN, Silahkan KLIK Disini  
    a. Sosiogi, Silahkan KLIK Disini
    b. GBPP dan SAP, Silahkan KLIK Disini 

9. STUDI KELAYAKAN AGRIBISNIS PETERNAKAN
   a. Panduan Kunjungan Lapangan Studi Kelayakan Agribisnis Peternakan, Silahkan KLIK Disini

Minggu, 22 September 2013

Gubernur Aceh 1945 - Sekarang

Inilah Gubernur Aceh Kenangan dan Sekarang
  

01. Teuku Nyak Arief ( 1945 - 1946 M = 1 tahun )

 
02. Teuku Daud Syah ( 1947 - 1948 M = 1 tahun )




03. Tgk. Daud Beureueh ( 1948 - 1951 M = 3 tahun )


04. Danu Broto ( 1951 - 1952 M = 1 tahun )


05. Teuku Sulaiman Daud ( 1952 - 1953 M = 1 tahun)

06. Abdul Wahab (1953 - 1955 M = 2 tahun )


07. Abdul Razak  (1955 - 1956 M = 1 tahun)


08. Prof. Dr. Ali Hasyimi  (1957 - 1964 M = 7 tahun)



09. Nyak Adam Kamil  (1964 - 1966 M = 2 tahun)


10. Hasbi Wahidi  (1966 - 1967 M = 1 tahun)


11. A. Muzakir Walad (1967 - 1978 M = 11 tahun)


12. A. Madjid Ibrahim (1978 - 1981 M = 3 tahun)

13. Hadi Thayeb (1981 - 1986 M = 5 tahun)

 Teuku Mohammad Hadi Thayeb (lahir di Peureulak, Aceh, 14 September 1922; umur 89 tahun) adalah putra Teuku Tjhik Haji Mohammad Thayeb, pejuang Indonesia dan uleebalang terakhir dari Peureulak, Aceh Timur, yang "diasingkan” oleh Belanda dari Aceh. Hadi, anak ke-lima dari delapan bersaudara, mengikuti jejak ayahnya untuk mewujudkan impian kemerdekaan Indonesia.

14. Prof. Dr. Ibrahim Hassan (1986 - 1991 M = 5 tahun)
 Prof. Dr. Ibrahim Hassan (Lampoh Weng, Pidie, Aceh, 16 Maret 1935 - Jakarta, 20 Januari 2007) adalah mantan Menteri Negara Urusan Pangan/Kabulog pada masa Kabinet Pembangunan VI dan Gubernur Aceh periode 1986-1993. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Syiah Kuala periode 1973 dan 1982. Pencalonan Ibrahim Hasan selaku Gubernur Aceh diterima hampir bulat oleh DPRD setempat, hanya tiga suara untuk saingannya yang juga anggota Golkar. Saat dilantik oleh Menteri Dalam Negeri ad interim Sudharmono tanggal 27 Agustus 1986, sekitar 100 karangan bunga ucapan selamat memenuhi Gedung DPRD Aceh, tempat pelantikannya. Sekitar 22 tahun mengabdi di tanah kelahirannya itu sebelum menjadi Deputi Pengadaan dan Penyaluran Bulog.


15. Prof. Dr. Ibrahim Hassan (1991 - 1993 M = 2 tahun)


16. Prof. Dr. Syamsudin Mahmud  (1993 - 21 Juni 2000 M = 7 tahun )


17. Ramli Ridwan 21 Juni 2000 November 2000 M Penjabat Gubernur (6 bulan)


18. Abdullah Puteh November 2000 -  19 Juli 2004  M ( 4 tahun ) 
Nanggroe Aceh Darussalam, diberhentikan sementara sejak 26 Desember 2004 M


19. Azwar Abubakar 19 Juli 2004 30 - Desember 2005 M (1 tahun )  
Penjabat Gubernur mengantikan Abdullah Puteh yang dipenjara 10 tahun karena kasus korupsi



20. Mustafa Abubakar 30 Desember 2005 - Februari 2007 H (2 tahun) 



21.Irwadi Yusuf (8 Feb.  2007 - 2012 M = 5 tahun)


22. Ir. H. Tarmizi A Karim ( Pejabat Gubernur 8 Feb - 25 Juni 2012)



23. dr. Zaini Abdullah ( 2012 - 2017 ) 


KARYA ILMIAH SITTI ZUBAIDAH

Curriculum Vitae, Silahkan KLIK DISINI 

Buku Panduan Pembentukan Komite Kesehatan Kecamatan Tahun 2011, Silahkan KLIK DISINI

Partisipan  dalam ICSF (International Collective in Support of Fishworkers), Silahkan KLIK DISINI

Majalah UN - FAO at Work January - June 2009, Silahkan KLIK DISINI
 
Penelitian Skripsi S-1, Silahkan KLIK DISINI

Penelitian Tesis S - 2, Silahkan KLIK DISNI

Kamis, 12 September 2013

Terbang Bersama Layang - layang

Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar terbang bersama sang layang-layang;
saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence
berikut ini:

1. Untuk bisa terbang tinggi kita membutuhkan tempaan.
Layang-layang hanya bisa terbang jika ada angin yang menerpanya. Coba ingat-ingat kembali, bukankah sewaktu kecil dulu Anda kecewa jika disore hari tidak ada angin untuk menerbangkan layang-layang Anda? Hidup kita kira-kira juga demikian. Angin yang bertiup kencang itu tidak ubahnya dengan terpaan yang menempa hidup kita. Kita sering mengira bahwa kehidupan yang serba tenang itu jauh lebih baik. Lebih nyaman mungkin iya. Tetapi lebih baik? Belum tentu. Justru dalam kehidupan yang serba tenang dan nyaman, kita tidak terdorong untuk mengerahkan segenap kemampuan yang kita miliki. Bayangkan ketika segala sesuatunya dalam hidup Anda sedang
baik-baik saja. Bukankah Anda tidak tertarik untuk berkeringat lebih banyak? Padahal, boleh jadi dengan berkeringat itulah justru kegigihan diri Anda semakin teruji. Rasa syukur Anda tergali. Dan nilai empati Anda kepada orang lain menjadi semakin tereksplorasi. Layang-layang membutuhkan terpaan angin untuk bisa terbang tinggi. Kita, membutuhkan tempaan dan ujian kehidupan untuk bisa naik kepada tingkatan nilai pribadi yang lebih tinggi. Maka saat memasuki masa-masa yang penuh dengan ujian dan cobaan, mungkin kita perlu lebih banyak bersyukur. Karena kita punya kesempatan untuk bisa terbang lebih tinggi.

2. Untuk bisa bertahan kita membutuhkan kendali dan aturan.
Apa yang terjadi jika benang itu terputus?Layang-layang Anda akan hilang, bukan? Dia membutuhkan benang yang mengikatnya untuk bisa terbang dengan baik. Benang yang mengendalikan dan memberinya arah untuk berbelok ke kanan, ke kiri, atau bahkan berputar. Pendek kata, layang-layang itu membutuhkan alat pengendali yang mengaturnya. Bayangkan jika hidup kita dibiarkan tanpa kendali. Kita mengira bisa terbang bebas? Tidak. Justru kita membutuhkan sesuatu yang mengendalikan hidup kita. Sistem nilai, tatanan sosial, struktur kemasyarakatan, atau seperangkat peraturan yang mesti kita patuhi. Keliru jika kita mengira hidup akan lebih baik tanpa aturan. Mengapa? Karena orang-orang kuat cenderung bernafsu untuk mengambil keuntungan paling banyak. Sedangkan orang-orang lemah cenderung diinjak-injak. Tanpa aturan, kita cenderung bertindak sesuka hati. Yang penting tujuan kita tercapai. Perhatikan kembali layang-layang yang talinya terputus itu. Apakah dia terbang makin tinggi? Mungkin. Ketika angin memihak kepadanya. Tetapi setelah angin berhenti bertiup, dia akan jatuh tanpa ada yang memperdulikannya lagi. Seperti itulah hidup kita, jika tanpa kendali dan aturan.

3. Hidup adalah tentang menarik dan mengulur.
Apa asyiknya bermain layang-layang jika dia hanya dibiarkan diam. Kenikmatannya justru kita rasakan ketika kita menarik dan mengulur benang nilon yang mengikat layang-layang itu. Dengan tarikan itu dia bisa berbalik arah atau melakukan manuver-manuver yang mengagumkan. Lalu kita ulur lagi, tarik lagi, dan ulur lagi. Kadang dia menjauh, kadang mendekat lagi. Hidup kita tampaknya juga begitu. Ada begitu banyak hal dalam hidup kita yang pergi menjauh. Kita sering sedih karenanya. Ada banyak hal lain yang datang mendekat. Kita sering merasa berat  menerimanya. Padahal hidup memang tentang mendekat dan menjauh. Datang dan pergi. Timbul dan tenggelam. Begitulah hidup yang sesempurna-sempurnanya. Yaitu hidup yang memiliki kelengkapan dinamika yang dimainkannya. Tidak ada orang yang hidupnya bahagia terus, percayalah. Bahkan mereka yang hartanya melimpah ruah. Warna dalam kehidupan tidak didapatkan dari kehidupan yang serba nikmat. Faktanya, kenikmatan yang kita miliki sering kehilangan makna jika kita tidak pernah tahu ‘tidak nikmat’ itu seperti apa. Sesuap nasi yang kita kunyah, akan terasa lebih nikmat jika kita baru saja merasakan betapa perihnya tidak memiliki makanan. Nikmat sehat tubuh ini justru mulai benar-benar kita sadari setelah kita diberi sakit. Keindahan hidup terletak pada kombinasi tarik dan ulur itu.

4. Belajar untuk terbang dalam keindahan.
Dulu, bentuk layang-layang tidak terlalu banyak. Variasinya paling-paling pada sirip dan ekornya yang ditambahi asesoris lebih panjang. Sekarang, kita bisa melihat layang-layang dalam kreasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Ada yang berupa pesawat terbang,naga, bahkan kapal pesiar. Banyak hal baru disekitar kita. Kita sering tidakmenyadari jika orang-orang disekitar kita terus berkreasi tanpa henti. Kita sering merasa semua yang ada pada diri kita sudah menjadi yang terbaik, padahal kita tidak memperhatikan kemajuan seperti apa yang telah berhasil diraih oleh orang lain. Pergilah ke festival layang-layang. Disana akan Anda temukan berbagai macam kreasi yang mencengangkan. Pergilah ke komunitas yang berisi orang-orang kreatif, maka kita akan menyadari bahwa kita harus lebih kreatif lagi. Bertemulah dengan orang-orang baik, maka kita akan terdorong untuk menjadi lebih baik. Mereka bukan sekedar mengajak kita untuk terbang, melainkan mengajarkan bagaimana caranya untuk terbang dalam keindahan perangai, dan perilaku positif lainnya.

5. Terbangkan layang-layangmu setinggi-tingginya.
Saat bermain layang-layang, kita selalu ingin menerbangkannya setinggi mungkin. Kita biarkan mereka naik menuju ke langit tertinggi. Semakin tinggi, semakin baik. Mengapa begitu? Karena sudah menjadi sifat dasar kita untuk menyukai sesuatu yang bernilai tinggi. Kualitas tinggi. Daya juang tinggi. Nilai-nilai pribadi yang tinggi.
Akhlak dan moral yang tinggi. Bahkan kita menyebut perilaku manusia yang menyerupai binatang sebagai moral yang rendah. Mengumbar nafsu. Tidak tahu malu. Serakah. Semuanya tidak cocok dengan cetak biru kepribadian kita. Secara inheren kita memahami bahwa manusia diciptakan dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahluk lainnya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya jika perilaku dan tindak tanduk kita mencerminkan hal itu. Jika kita tergoda untuk melakukan perbuatan ‘mirip binatang’, ingatlah bahwa kita diciptakan dengan derajat yang lebih tinggi dari mereka. Pantas jika kita belajar membebaskan diri dari perilaku dan nafsu hewani. Karena Tuhan, telah menciptakan kita dalam derajat dan tingkatan yang jauh lebih tinggi. Pantasnya, dengan semua ketinggian yang sudah Tuhan anugerahkan itu, kita bisa belajar untuk semakin mempertinggi nilai kemanusiaan kita. Karena Tuhan itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Dan Dia, hanya bisa dicapai oleh pribadi-pribadi yang memiliki akhlak mulia yang tercermin dalam perilakunya yang bernilai tinggi.

Minggu, 18 November 2012

Qanun Meukuta Alam Al -Asyi

Qanun Al-Asyi yang disebut juga Meukuta Alam. Oleh para ahli sejarah dikatakan amat sempurna menurut ukuran zamannya. Hal ini menyebabkan Qanun Al-Asyi dipakai menjadi pedoman oleh Kerajaan-Kerajaan Islam lainnya di Asia Tenggara. Dalam hal ini, H. Muhammad Said, seorang ahli sejarah, menulis beberapa peraturan disempurnakan.
Oleh karena kemasyhuran perundang-un­dangan Kerajaan Islam Aceh masa itu, banyak negeri tetangga yang melakukan copy paste peraturan hukum Aceh untuk negerinya. Di antaranya, India, Arab, Turki, Mesir, Belanda, Inggris, Portugis, Spanyol, dan Tiongkok. Hal ini terutama karena peraturan itu berunsur ke­pribadian yang dapat dijiwai sepenuhnya oleh hukum-hukum agama. Jadi, adat Meukuta Alam adalah adat yang bersendi Syara’.
Haji Muhammad selanjutnya menulis;
“… Sebuah kerajaan yang jaya masa lampau di Kalimantan, yang bernama Brunei (sekarang Brunei Darussalam), ketika diperintah oleh seorang sul­tan bernama Sultan Hasan, merupakan seorang keras pemeluk Islam setia. Dia telah mengam­bil pedoman-pedoman untuk peraturan ne­gerinya dengan berterus terang mengatakan mengambil teladan Undang-Undang Mahkota Alam Aceh.” 
Hal ini suatu bukti kemasyuran dan nilai tinggi Negeri Aceh yang sudah dimaklumi orang masa itu. Salah satu alat kelengkapannya yang amat penting adalah Qanun Al-Asyi atau Undang-Undang Dasar Kerajaan. Pedoman yang dipakai berupa sebuah naskah tua yang berasal dari Said Abdullah, seorang teungku di Meulek.
Sulthan Alaiddin Ali Mughaiyat Syah dicatat dalam sejarah sebagai Pembangun Kerajaan Aceh Darussalam, dan Sulthan Alaiddin Riayat Syah II Abdul Qahhar Pembina Organisasi Kerajaan dengan menyusun undang-undang dasar negara yang diberi nama Kanun Al Asyi, yang kemudian oleh Sulthan Iskandar Muda Kanun Al Asyi ini disempurnakannya menjadi Kanun Meukuta Alam.
Dengan adanya undang-undang dasar yang bernama Kanun Meukuta Alam ini. maka Kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri atas satu landasan yang teratur dan kuat. Dalam hal ini ,Sulthan Iskandar Muda telah berbuat banyak sekali dalam menyempurnakan Kanun Meukuta Alam. Adapun organisasi dari Kerajaan Aceh Darussalam seperti yang tersebut dalam Kanun Meukuta Alam, adalah sebagai berikut :

Dasar dan Bentuk Negara
Dalam Kanun Meukuta Alam ditetapkan, bahwa dasar Kerajaan Aceh Darussalam yaitu Islam dan bentuknya kerajaan, yang dengan ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut;
  1. Negara berbentuk kerajaan, di mana Kepala Negara bergelar Sulthan yang diangkat turun temurun. Dalam keadaan dari keturunan tertentu tidak ada yang memenuhi syarat-syarat, boleh diangkat dari bukan turunan raja.
  2. Kerajaan bernama Kerajaan Aceh Darussalam, dengan Ibukota Negara Bandar Aceh Darussalam.
  3. Kepala Negara disebut Sulthan Imam Adil, yang dibantu oleh Sekretaris Negara yang bergelar Rama Setia Keurukon Katibul Muluk.
  4. Orang kedua dalam kerajaan, yaitu Qadli Malikul Adil, dengan empat orang pembantunya yang bergelar Mufti Empat.
  5. Untuk membantu sulthan dalam menjalankan pemerintahan, kanun menetapkan beberapa pejabat tinggi yang bergelar Wazir (Perdana Menteri dan Menteri-Menteri).

Rukun Kerajaan
Kanun menetapkan empat Rukun Kerajaan, yaitu:
  • Pedang Keadilan ; Jika tiada pedang, maka tidak ada kerajaan.
  • Qalam ; Jika tidak ada kitab undang-undang, tidak ada kerajaan.
  • Ilmu ; Jika tidak mengetahui ilmu dunia-akhirat, tidak bisa mengatur kerajaan.
  • Kalam ; Jika tidak ada bahasa, maka tidak bisa berdiri kerajaan.

Untuk dapat terlaksana keempat rukun tersebut dalam kerajaan, maka kanun menetapkan empat syarat, yaitu:
  • Ilmu yang bisa memegang pedang,
  • Ilmu yang bisa menulis.
  • Ilmu yang bisa mengetahui mengatur dan menyusun negeri.
  • Ilmu bahasa.
Negara Hukum
" Dalam kanun ditetapkan, bahwa Kerajaan Aceh Darussalam adalah Negara Hukum yang mutlak sah, dan rakyat bukan patung yang terdiri ditengah padang, akan tetapi rakyat seperti pedang sembilan mata yang amat tajam, lagi besar matanya, lagi panjang sampai ke timur dan ke barat."
Sumber Hukum
Kanun menetapkan bahwa sumber hukum bagi Kerajaan Aceh Darussalam, yaitu:
  • Al Quran.
  • Al Hadis.
  • Ijmak Ulama.
  • Qias.

Cap Sikureueng
Dalam kanun ditetapkan, bahwa cap (setempel) negara yang tertinggi, yaitu Cap Sikureueng (Setempel Sembilan), berbentuk bundar bertunjung keliling, ditengah-tengah nama sulthan yang sedang memerintah, dan kelilingnya nama delapan orang sulthan yang memerintah sebelumnya. Menurut kanun, bahwa delapan orang sulthan kelilingnya melambangkan empat dasar hukum (Al Quran, Al Hadis, IjmakUlama dan Qias) dan empat jenis hukum (Hukum, Adat, Kanun dan Resam), yang berarti bahwa sulthan dikelilingi oleh hukum.
Dalam Keadaan Perang
Kanun menetapkan hukum negara dalam keadaan perang sebagai berikut:
Bahwa jika negeri Aceh diserang oleh musuh, maka sekalian anak negeri atas nama rakyat Aceh dan bangsa Aceh, diwajibkan menolong yang kebajikan kepada negeri dan kepada kerajaan dengan tulus ikhlas berupa apapun juga, yaitu harta dan perbuatan dan run dan serta akal dan pikiran.
Sekalian rakyat hendaklah memperhutangkan derham kepada Raja bila masa perlu, dan jika menang maka kerajaan berhak mutlak membayar kembali kepada rakyat dan anak negeri seluruhnya.
Lembaga-Lembaga Negara
Kanun menetapkan adanya lembaga-lembaga negara dan pejabat- jabat tinggi yang memimpinnya, yang ikhtisarnya sebagai berikut:
  • Balai Rong Sari, yaitu lembaga yang dipimpin oleh sulthan sendiri, yang anggota-anggotanya terdiri dari Hulubalang Empat dan Ulama Tujuh. (Kira-kira semacam BAPENAS kalau sekarang).
  • Balai Majelis Mahkamah Rakyat, yang dipimpin oleh Qadli Malikul Adil, yang beranggotakan 73 orang. (Kira-kira semacam Dewan Perwakilan Rakyat).
  • Balai Gading, yang dipimpin oleh Wazir Mu'azzam Orangkaya Perdana Menteri. (Kira-kira seperti Kabinet Perdana Menteri).
  • Balai Furdhah, dibawah pimpinan seorang wazir yang bergelar Menteri Seri Paduka, (kira-kira sama dengan Departemen Perdagangan).
  • Balai Laksamana, dibawah pimpinan seorang wazir yang bergelar Orang kaya Laksamana Amirul Harb. (Kira-kira sama dengan Departemen Pertahanan).
  • Balai Majlis Mahkamah, dibawah pimpinan seorang wazir yang bergelar Seri Raja Panglima Wazir Mizan, (kira-kira seperti Departemen Kehakiman).
  • Balai Baitul Mal, di bawah pimpinan seorang wazir yang bergelar Orang kaya Seri Maharaja Bendahara Raja Wazir Derham, (kira-kira seperti Departemen Keuangan).
Kecuali balai-balai tersebut di atas, masih ada sejumlah wazir- wazir yang mengurus sesuatu urusan, kira-kira kalau sekarang disebut Menteri Negara. Wazir-wazir tersebut, yaitu:
  • Seri Maharaja Mangkubumi, yaitu wazir yang mengurus segala hulubalang (pamongpraja), kira-kira seperti Menteri Dalam Negeri.
  • Wazir Badlul Muluk, yaitu wazir yang mengurus perutusan keluar negeri dan perutusan yang datang dari luar negeri, kirakira seperti Menteri Luar Negeri.
  • Wazir Kun Diraja, yaitu wazir yang mengurus urusan Dalam (Keraton Darud Dunia) dan merangkap menjadi Syahbandar (Walikota) Banda Aceh.
  • Menteri Raina Setia, yaitu wazir yang mengurus urusan cukai pekan seluruh kerajaan.
  • Seri Maharaja Gurah, yaitu wazir yang mengurus hal ikhwal kehutanan, kira-kira Mênteri Kehutanan.
Disamping itu masih ada lembaga-lembaga yang juga bernama Balai, tetapi bukan kementerian, hanya semacam Jawatan Pitsat kalau sekarang, dan pejabat yang memimpinnyu bukan bergelar wazir, hanya Tuha. Lembaga-lembaga tersebut yaitu:
  • Balai Setia Hukama, tempat berkumpulnya para Hukama dan Ulama.
  • Balai Ahli Siyasah, kira-kira seperti Biro politik.
  • Balai Musafir, kira-kira seperti Biro Turisme.
  • Balai Safinah, semacam kantor Urusan Pelayaran.
  • Balai Fakir-Miskin, kira-kira Jawatan Sosial.
Pemerintah Daerah
Kerajaan Aceh Darussalam, selain dari Pemerintah Pusat. Juga terdiri dari wilayah-wilayah sampai pada tingkat yang paling rendah, yang susunannya seperti yang diatur dalam kanun sebagai berikut:

A. Gampong
Tingkat pemerintahan terendah yaitu Gampong atau kampung (Pemerintah Desa). Pimpinan Gampong terdiri dari Keuchik dan Teungku Meunasah yang juga disebut Imam Rawatib, dan dibantu oleh Tuha Peut (empat orang cerdik-pandai), kira-kira seperti Badan Pemerintah Harian (BPH).

B. Mukim
Mukim merupakan federasi dari gampong-gampong, yang satu mukim paling kurang terdiri dari delapan gampong. Federasi Mukim dipimpin oleh seorang lmeum Mukim dan Qadli Mukim.

C. Nanggroè
Wilayah Nanggroè (Negeri) kira-kira sama dengan daerah kecacamatan sekarang. Nanggroè dipimpin oleh seorang Uleébalang (Hulubalang) dan seorang Qadli Nanggroè. Uleébalang mempunyai gelar yang berbeda, menurut nanggroënya masing-masing; umpamanya ada yang bergelar Teuku Laksamana, ada yang bergelar Teuku Bentara, ada yang bergelar Teuku Bendahara dan sebagainya.

D. Sagoë
Dalam wilayah Aceh Besar dibentuk tiga buah federasi yang bernama Sagoé, yang di bawah masing-masing Sagoë terdapat beberapa buah Nanggroè. Tiap-tiap Sagoé (Sagi) dipimpin oleh seorang Panglima Sagoë dan seorang Qadli Sagoë.
  • Sagoë Teungoh Lheeploh (Sagi 25), terdiri dari 25 Mukim: Panglima Sagoënya bergelar Qadli Malikul Alam Seri Setia Ulama. 
  • Sagoé Duaploh Nam (Sagi 26), yang terdiri dari 26 Mukim; Panglima Sagoënya bergelar Seri Imam Muda 'Oh. 
  • Sagoë Duaploh Dua (Sagi 22), yang terdiri dari 22 Mukim; Panglima Sagoënya bergelar Panglima Polem Seri Muda Perkasa. 

Mata Uang
Sebelum berdiri Kerajaan Aceh Darussalam,Kerajaan Islam Samudra/Pasai telah pernah mencetak mata-uangnya sendiri yang bernama derham, yang dibuat pada awal abad XIV; yang mana mata uang Samudra/Pasai ini adalah mata-uang asli yang pertama di Kepulauan Nusantara.
Kerajaan Aceh Darussalam membuat mata uang sendiri pada masa Pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah II Abdul Qahhar yang memerintah dalam tahun 945-979 h. (1539-1571 m.) dan terdiri dari tiga jenis:
  • Keueti, yaitu mata-uang yang dibuat dari timah. Pada satu sisi ditulis dengan huruf Arab tahun pembuatannya, dan pada sisi yang lain ditulis nama Ibukota Negara Banda Aceh Darussalam.
  • Kupang, yaitu mata-uang yang dibuat dari perak. Pada sisi pertama ditulis tahun pembuatannya, dan pada sisi kedua ditulis nama ibukota negara Banda Aceh Darussalam, dan ada juga yang ditulis nama Sulthan yang memerintah waktu pembuatannya.
  • Deurham, yaitu mata-uang yang dibuat dari emas. Pada sisi pertama ditulis nama Sulthan waktu pembuatannya dan pada sisi yang lain ditulis tahun pembuatannya, dan ada juga yang ditulis bersama-sama dengan Banda Aceh Darussalam.

***

Referensi :
www.jkma-aceh.org 
meukeutop.blogsp